Sumber dan Dimensi Ajaran Islam

 Semua manusia dimuka bumi memiliki kepercayaan masing-masing, dan sumber ajaran Islam yang pokok adalah Alquran dan hadist, yang mengajarkan tentang aqidah dan menjadi pedoman dalam kehidupan.

1. Ajaran Islam 

Islam mengajarkan pemahaman tentang hubungan manusia dan Allah tujuan hidup dan arah setelah kehidupan. Islam secara istilah adalah penyerahan diri, ketundukkan dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. serta pasrah dan menerima dengan puas terhadap ketentuan dan hukum-hukum-Nya.Seoang muslim mengikuti perintah Allah tanpa menentang atau mempertanyakannya, tetapi disertai usaha untuk memahami hikmahnya. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, memiliki nama-nama terbaik, dan memiliki sifat dan karakter tertinggi. Inti dari ajaran Islam adalah dari berbagai kebaikan adalah Takwa kepada Allah. Takwa adalah perbuatan menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya yang dilandasi oleh rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Seorang muslim menyembah Allah juga dalam rangka berharap masuk surga dan terhindar dari neraka.

2. Sumber-sumber Ajaran Islam

Sumber atau sesuatu yang dapat dijadikan pedoman, acuan untuk menjalankan ajaran Islam dengan baik, dan bisa menjadi hamba-hamba pilihan kelak. Pokok atau sumber yang dijadikan rujukan dalam Islam, yaitu ada tiga;

A. Al-Qur'an 

Sumber hukum pertama dan paling utama yang digunakan untuk menentukan hukum dalam menjalani kehidupan, Al qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. di gua Hira’ dan ayat yang pertama kali turun adalah surah Al ‘alaq ayat 1-5. Bagian demi bagian Al qur’an diturunkan secara berkelanjutan selama rentang waktu 22 tahun untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat.

B. Sunnah
Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ketetapan Nabi. Prinsip-prinsip dan nilai-nilai dalam Al qur’an dibakukan dan diejawantahkan oleh sunnah Nabi Muhammad, perilaku normatif Nabi Muhammad yang berfungsi sebagai contoh dan teladan. Karena merupakan sama-sama wahyu, meskipun dalam wujud yang berbeda dari Al qur’an, sunnah juga menjadi sumber hukum; yang kebanyakan merupakan jawaban dari pertanyaan para sahabat atau penjelasan atas peristiwa yang tengah terjadi.
Macam-macam pengambilan sunnah ada tiga :
- Dilihat dari segi bentuknya yaitu qauliyah, Taqririyah, dan Hammiyah.
- Dilihat dari jumlah orang yang menyampaikan adalah Hadist mutawatir, hadist masyur, dan hadist ahad.
- Dilihat dari segi kualitasnya yaitu shahih, hasan, dhoif dan manduk. 
Sedangkan macam-macam sunnah ada empat yaitu qauliyah, fi’liyah, taqririyah dan hammiyah.
C. Ijtihad
Mengarahkan kemampuan berfikir dengan maksimal untuk menghasilkan hukum yang sesuai syara’ yang berasal dari Al qur’an dan Hadist. Ijtihad dapat digunakan ketika sudah tidak menemukan ketentuan hukum dalam Al qur’an maupun Hadist. 
Ijtihad terdiri dari berbagai macam, yaitu :
1. Ijma’ yakni kesepakatan para ulama’ dalam menetapkan hukum yang berlandaskan Al qur’an dan Hadist.
2. Qiyas adalah penetapan suatu hukum yang dilakukan berdasarkan masalah yang baru yang muncul seiring perkembangan zaman yang ada.
3. Istifham yakni tindakan, maksudnya meninggalkan suatu hukum dengan melihat hukum yang lain karena adanya dalil syara’.
4. Istishab yakni penetapan hukum tentang hal baru sehingga menemukan hukum yang baru yang memiliki alasan yang tepat untuk mengganti ketetapan yang lama.
5. Maslahah Mursalah yakni penetapan hukum yang diambil berdasarkan pertimbangan yang sudah jelas antara manfaat dan kegunannya.
6. Sudut Dhoriah yaitu tindakan memutuskan sesuatu yang mana mubah menjadi makruh ataupun Haram.
7. Urf adalah menentukan hukum sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan atau adat istiadat yang ada pada masyarakat.
  Dimensi-dimensi ajaran Islam adalah cara yang dilakukan untuk melihat permasalahan yang terjadi di suatu kelompok atau seseorang dalam dunia Islam. Dimensi dibagi menjadi tiga, yaitu :
A.  Aqidah
   Ajaran yang berhubungan dengan keimanan terhadap Allah, para malaikat-Nya, kitab suci yang diturunkan-Nya, para utusan-Nya, dan peristiwa di kehidupan setelah kematian.  Ajaran pokok dalam Islam adalah hal-hal yang mencakup kepercayaan atau keyakinan. Dari Akidah, keyakinan dan keimanan seeorang kepada Tuhan akan melahirkan tata nilai yang dijiwai oleh kesadaran bahwa hidup ini berasal dari Tuhan. Maka Tuhan adalah asal dan tujuan hidup. 
B. Syariat 
   Jalan yang ditempuh manusia untuk menuju sang khalik. Atau seperangkat aturan ataupun sistem hukum yang mengatur pola kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhannya, dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitarnya. Urgensi syariah dalam kehidupan manusia adalah dalam rangka terciptanya kemaslahatan manusia dalam menata kehidupannya dan meminimalisir apa yang mungkin menjadi mudharatnya. Dan dalam pengertiannya yang lebih luas syariat mencakup seluruh kegiatan manusia dalam  hidup di dunia ini, termasuk kegiatan duniawi sehari-hari, Meliputi ibadah dan muamalah. Aspek hukum dalam Islam meliputi berbagai amal perbuatan. Amal-amal perbuatan tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori dasar menurut arah hubungannya yaitu ibadah dan muamalah. 
C.  Akhlak
Sistem nilai akhlak merupakan bagian yang terpenting dari manusia yang ber-Islam dan beriman. Dari akhlaq  ini identitas keislaman dan keimanan manusia akan terbiasa dalam prilaku kehidupannya dan pandangan baik buruknya dalam melihat sesuatu serta mencari kebenaran yang diyakininya. Dan Islam yang kita yakini selalu memerintahkan dan mendorong kita untuk selalu berbuat baik dan beramal shaleh. Yaitu berbuat atau melakukan sesuatu yang akan membawa kebaikan bagi orang lain dalam masyarakat dan menghantarkan kita kepada keridlaan Ilahi di akhirat nanti.








Komentar